PMI Asal Lampung Utara Dipulangkan, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Senin 03-06-2024,06:32 WIB
Reporter : Fahrozy Irsan Toni
Editor : Muhammad Zainal Arifin

LAMPUNG UTARA, RADARTUBA.CO.ID - Kabar bahagia dari keluarga besar RF (28) yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara Kamboja.

Pasalnya, TKW yang terhitung menjadi pekerja luar negri menggunakan jalur ilegal tersebut, akhirnya di pulangkan ke Indonesia.

Pemulangan seorang pekerja migran Indonesia berinisial RF (28) asal Desa Kemalaraja dibantu oleh Direktorat Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri, dan bekerja sama dengan BP3MI.

Meski melalui proses panjang, akhirnya bersangkutan dapat berjumpa dengan sanak keluarganya di kampung halaman.

BACA JUGA:Sistem PPDB Berubah, Begini Penjelasan Dinas Pendidikan Lampung Utara

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), melalui Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja (Diskopukmnaker), dalam waktu dekat berencana melakukan kunjungan silaturahmi kepada RF pekerja migran indonesia yang mengalami gangguan jiwa di Kamboja.

Kepala Bidang Penempatan Kerja Diskopukmnaker Lampura, Desi Marlinda Sari, saat dikonfirmasi wartawan ini melalui WhatsApp, pada Minggu, 2 Juni 2024 menuturkan, bahwa bersangkutan pulang ke negara indonesia  dalam keadaan sehat.

Desi Marlinda Sari menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu kedatangan PMI tersebut ke Kabupaten Lampura.

BACA JUGA:Halal Bihalal, Ini Pesan Penting Pj Bupati Lampung Utara Aswarodi Kepada Pegawai

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Lampura dan telah ada niat untuk melakukan kunjungan serta silaturahmi ke tempat asal PMI tersebut. Kami tinggal menunggu kabar dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) terkait waktu kunjungannya, dan kapan RF sampai di kediamannya" ujarnya.

Menurut Desi, PMI yang mengalami gangguan jiwa di Kamboja tersebut berangkat melalui jalur ilegal, tidak menggunakan jalur resmi.

"Alhamdulillah, pemulangan seorang pekerja migran Indonesia berinisial RF (28) asal Desa Kemalaraja dibantu oleh Direktorat Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri, dan bekerja sama dengan BP3MI, berjalan dengan lancar," ungkapnya. (*)

Kategori :